Halaman

    Social Items

Buy Now
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

 


Bagi kita para pengguna kendaraan roda dua pastinya sudah tidak asing lagi dengan keran bensin. Dan kita ketahui bersama di keran bensin tersebut ada tulisan ON, OFF dan RES.

Nah, sebenarnya apa sih arti dari masing-masing indikator tersebut?

Untuk indikator ON itu berarti bensin mengalir dari tangki penyimpanan menuju ruang bakar secara lancar.

Kemudian kalau untuk Off berarti sebaliknya, bensin tertutup untuk mengalir ke ruang bakar. Posisi ini biasanya digunakan ketika menyervis bagian karburator atau ruang bakar sepeda motor.

Lantas yang terakhir ada RES. Dari sejumlah informasi, RES sendiri diartikan sebagai indikator bensin cadangan. Fungsinya ketika bensin dalam posisi keran ON sudah habis, pengendara bisa memutarnya ke arah RES.

Dengan posisi terebut motor masih akan bisa digunakan dengan bensin cadangan yang tersisa dan usahakan segera isi kembali tangki bahan bakar.

Fungsi ini hanya ada pada sepeda sepeda motor keluaran lama atau yang masih menggunakan karburator dan sepeda motor yang tidak memiliki spedometer bensin. Semisal Honda Win, GL-series dll.

 


Namun fungsi ini hanya akan berfungsi jika kran bensin masih menggunakan filter dan pipa seperti yang ada digambar diatas. Jika dua part ini tidak ada maka fungsi kran hanya ON OFF saja. Dan jika bensin habis itu artinya bensin benar benar habis di tanki karena fungsi RESS sama dengan fungsi ON pada kran bensinnya.


Inilah Fungsi Indikator Keran Bensin Pada Sepeda Motor Yang Terlupakan

 


Suspensi motor metik seperti Yamaha Mio-series memang memicu pertanyaan. Suspensi itu hanya satu, dan bukan seperti model monoshock pada sebagian model sepeda motor sport yang diletakkan di tengah.

Jika kebanyakan orang berpikir bahwa suspensi di tengah atau dua suspensi menyangga di kanan kiri adalah sesuatu yang seimbang, motor metik kompak justru rata-rata hanya pakai satu suspensi, dan letaknya pun cuma di samping. Ajaibnya, motor melenggang dengan lancar.

 

Hal ini pun dijelaskan oleh M Abidin, GM Service and Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. Ia pun coba menjelaskan dulu soal kesesuaian antara roda, khususnya belakang, dan mesin.

"Matic itu tergantung besar mesin. Mesin itu (secara bobot) juga berfungsi sebagai rear arm, lengan ayun. Besar-panjangnya mesin, itu berpengaruh terhadap diameter roda. Nah kayak Mio, kecil, diameter (rodanya) kecil," ujarnya.

Kesesuaian itu lantas menjadi patokan untuk bagaimana membagi bobot kiri dana kanan. Dengan ukuran roda yang sesuai dengan mesin, maka bobot mesin yang misalnya pada Mio menonjol di kanan, disesuaikan dengan suspensi di kiri.

 

 Satu hal lagi, pembagian bobot yang hanya mengandalkan satu suspensi juga membuat desain rangka sesuai. Jika suspensi dicopot, maka desainnya pun sama-sama tidak imbang. Baru setelah ada suspensi dan tonjolan mesin, bentuk rangka menyesuaikan pembagian bobot. Maka dari itu, rangka pun dimuat asimetris.

"Kenapa suspensinya satu, tidak dua. Itu ada trik, itu asimetris. Jadi, frame-nya sendiri titik beratnya sudah dibuat sama. Jadi sebenarnya posisi itu sudah di tengah. (Dengan adanya mesin), framenya sudah dibuat asimetris. Jadi (yang dipastikan adalah) titik beratnya, bukan posisinya (harus suspensi kanan dan kiri atau satu suspensi di tengah). (Tiap pabrikan) hampir sama-lah ya."

Kenapa Motor Metik Hanya Pakai Satu Suspensi di Samping?